Selasa, 08 September 2015

Dwelling Time

Akhir2 ini dwelling menjadi pembicaraan hangat di berita Nasional. Dari bapak presiden marah karena dwelling time yg lama, adanya birokasi 16 instansi yg membuat proses  lebih lama sampai ditemukannya RTG yg nganggur di  pelindo 2.

Saya sendiri bekerja di  Pelindo III, ya mungkin saya akan lebih membela pelindo, insyaalloh tidak. Saya akan menerangkan proses kepelabuhan yg saya ketahui.

Untuk pengajuan pelayanan di Pelabuhan, pengguna jasa harus memenuhi syarat2 dokumen yg cukup banyak dan itu  semua kepengurusannya bukan di pelindo. Untuk kepengurusan di pelindo hanya 2 dokumen yaitu PPKB 1 untuk detail layanan yg diinginkan dan bukti pembayaran EPB(estimasi pembayaran biaya) untuk penjamin pengguna jasa bisa membayar jasa yg diberikan oleh pelindo. Nah dokumen lain sebagai syarat yg harus dipenuhi pengguna jasa harus diurus di instansi pemerintahan seperti Bea cukai, dinas  kesehatan, dinas  perhubungan, DLL

Kalau saya sendiri untuk memberi  komentar sebagai masyarakat tentu saya akan meragukan instansi pemerintahan kita yg terkenal birokrat. Hahaha kecuali KPK sih... Kalau mengenai kasus RTG di pelindo 2, kalau saya logika kan RTG itu  kan besar klo g dipake pasti  memakan space pasti  ada  alasan tertentu yg kenapa blm dioperasikan.

Oh iya sedikit curhat, walo pelindo masih monopoli operator Pelabuhan, tpi kami mendapat surat dr mentri perhubungan bahwa jasa kepelabuhan, jasa Pandu pembayaran nya kepada syahbandar. Padahal untuk merawat Pelabuhan ( pengerukan, membuat dermaga, pemecah gelombang, pembersihan, perawatan alur, dll) yg membutuhkan biaya banyak dilakukan oleh pelindo. Ya klo mo menarik tariff atas  jasa tersebut silakan saja, tapi ya harus mau keluar biaya dunk untuk merawatnya.

Dan...sebetulnya syahbandar itu  kan regulator seharusnya tidak  memungut tariff. Dan pelindo juga pernah dicurhati pengguna jasa, dengan pembayaran jasa kpd syahbandar maka alur jadi ribet  krn sistem mereka masih manual, masa  bawa uang  kas ratusan  jutaan  ke kantor syahbandar...

Cukup dulu  curhatnya ya