Rabu, 09 Mei 2018

Kampung Halaman

Tak terasa sudah lama sekali saya fakum dari ngeblog. Hehehe mungkin karena ke sok sibukan saya sebagai istri dan ibu😎😊😊.

Beberapa hari lagi akan puasa, ingin rasanya pulang ke kampung halaman tersayang, "Magetan". Ya saya asli orang magetan, kota kecil di kaki gunung lawu yang terkenal dengan Danau Sarangannya. Ya meskipun kadang lebih banyak orang yang mengenalnya berada di Madiun. Gpp harus disosialisasikan bahwa sarangan di magetan bukan madiun. Biar magetan bisa lebih dikenal oleh orang-orang.

Rumah orang tua saya ada di Juron Desa Sumberdukun, Ngariboyo Magetan. Hehehe terdengar sedikit mistis ya. Walaupun asal asul nama desa itu karena ada sumber yang ditemukan oleh seorang dukun bayi bukan karena disitu asalnya semua dukun. Tidak seperti namanya, desa saya adalah sebuah desa yang tenang dan tentram dengan orang yang damai. Semua tampak baik-baik saja walaupun dalam 1 bulan 1 keluarga hanya berpenghasilan 150ribu tetap dapat hidup. Bagaimana tidak, hanya dengan 500 rupiah kita sudah dapat nasi pecel. Hahahaha murah banget kan...

Hal inilah yang membuat saya merasa rindu dengan magetan, damai dan tenang. Dengan alam pengunungan dan persawahan yang sejuk. Tidak seperti surabaya yang hiruk pikuk. Magetan menyediakan kehidupan yang nyaman untuk menghabiskan masa pensiun. Murah meriah muntah begitu istilah teman saya..

Kembali ke judul, kampung halaman... Siapa ya yang tidak merindukannya. Tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan. Disitu kita tumbuh menjadi dewasa. Walau masih lebih banyak saya merantau tapi kenangan indah itu sulit untuk terhapus.. Alm. Bapak dan Ibu yang selalu dengan sabar mendidik saya. Keluarga besar, kakak, kemenakan, semuanya ada disitu. Hahaha seakan saya yang menghilang di keluarga saya.

To be continued ..