Selasa, 22 November 2011

Open Source

Beberapa hari ini atasanku memintaku untuk menimbang apakah pemeliharaan suatu aplikasi yang sekarang sedang running di kantorku dikerjakan sendiri ato diserahkan pada salah satu software house rekanan kami.

Sebetulnya pekerjaan ini telah diserahkan kepada software house pembangun awal dari aplikasi ini. Namun karena terjadi masalah intern mereka 2 bulan waktu pengerjaan mereka sampai sekarang hanya dikerjakan 7 poin saja. Sebetulnya sejak awal pembangunan aplikasi ini software house ini servicenya agak kurang memuaskan dari permintaan kami yang tak pernah dikerjakan dan selalu ada aja alasan menolaknya. Sampai masa pemeliharaan yang begitu lama masa pengerjaannya. Akhirnya karena tidak sabar rekan kerjaku memintaku untuk mengerjakannya.

Awalnya aku seneng-senang aja ngerjainnya karena aplikasinya pake PHP dengan framework CI.Walo dokumentasi mereka tidak lengkap, kalo open source sih asik-asik, karena kita masih bisa mentrace nya. Walo dengan waktu yang sedikit lebih panjang. Ya karena konsep inilah yang diusung oleh open source. Ya sharing teknologi, sehingga suatu aplikasi dapat berkembang dengan cepat karena banyak orang yang menyumbangkan pikirannya untuk mengembangkan aplikasi ini. Seperti sebuah pepatah yang mengatakan "Banyak kepala lebih baik daripada satu kepala"

Dengan bertambahnya tanggung jawabku, aku pun merasa semakin berat untuk memaintance apalagi setelah aku temukan ketidakkonsistenan cara develop aplikasi ini. Ya aplikasi ini dibangun oleh team jadi seni dalam pemrogramannya pun berbeda-beda. Dan terkadang mebuatku pusing. Namun sumpah aku tetap menyukai open source, karena menurutku itu adalah salah satu cara untuk berbagi untuk lainnya. Banyak komunitasnya dan tentu mudah untuk tanya-tanya :D

Sampai dengan kemarin rekanku yuniorku bertanya "loh kok gak dibangun ulang saja mbak?". Dieng seakan aku terselentik, karena dia telah berhasil membangun aplikasi dalam waktu kurang dari 2 minggu. Namun aplikasi ini hanya view tidak ada transaksi sama sekali. Aku pun mulai mengurai proses yang ada dan menimbang kemungkinan untuk mendevelop ulang dengan aplikasi si yuniorku itu (.Net). Sungguh aku bukan antipati dengan Mr. Gates, tapi ... sebisa mungkin aku menghindari untuk tergantung pada MS karena aku tak suka dengan politik Mr Gates untuk kaya. Ketika semua sudah menggunakan aplikasinya ia segera melisensi aplikasinya dan menjadi kaya raya dengan itu. Ya memang sih intelektual itu mahal, namun jangan dipolitikkan

Walo mungkin dengan .net bisa lebih cepat namun aku timbang lagi bahwa .net hanya running well di IE, sementara menurut survey lebih banyak pengguna Chrome dan Mozilla. So.. aku masih punya alasan untuk mempertahankan PHP nya. Namun sekarang ternyata semua resource yang rencananya yuniorku akan membantuku tidak boleh diambil oleh bosku :'(. Balik maneh ki.. kerja keras bukan kerja cerdas...

Minggu, 13 November 2011

Kasih Ibu Sepanjang Halah Kasih Anak Sepanjang Galah

Pepatah ini memang benar adanya dan akulah salah satu opnumnya.Wah jadi melu,gpp deh buat share aja agar kalian tidak mengulanginya.

Ceritanya dimulai dengan jatah cutiku tahun ini yg belum aku ambil. Seperti biasa aku selalu menceritakan apa yg akan aku lakukan.Rencananya aku mo backpacker ke Singapore lewat batam,karena aku banyak teman Di Batam. Mendengar rencanaku Bapakku meminta untuk mengubah rencanaku ke Riau aja bersama bliau,Ibu Dan pamanku karena pamanku punya janji untuk ke sana idul adha bulan ini. Dengan banyak rintangan Dan derai air Mata(alah alay nya kumat), Kami pun berangkat tanggal 8-12 November.

Jeleknya aku adalah kurang peka terhadap lingkungan. Waktu transit Di jakarta,aq yg sudah terbiasa kleleran Di pinggir jalan kurang peka untuk membelikan makanan Dan minuman untuk ortu.Jadi selama 3 jam mereka Di ruang tunggu tanpa makan Dan minum(durhaka 1*)

Sebetulnya sebelumnya aku jga udah durhaka sih,karena terbiasa dengan teman kerjaku yang jalan serba cepat,walo aku yg bawa troli barang ato tas jinjing mereka,mereka sering ketinggalan karena jalanku memang cepat. Yah mirip iklan Di tv gitu, ortu aku tinggalin bahkan kadang aku menggerutu lambat amat sih. Padahal mungkin mereka masih asik melihat lingkungan baru karena ini adalah pengalaman pertama mereka naik pesawat.

Sebetulnya sebelum memutuskan untuk menemani mereka, aku udah dapat membayangkan bahwa Hal ini pasti terjadi karena memang ritme, cara pandang,dll antara aku Dan ortu berbeda. Namun aku berpikir kapan lagi aku bisa membahagiakan mereka Dan membalas budi mereka. Aku berpikir bahwa ini tidaklah seberapa jika dibandingkan kasih sayang mereka Di waktu kecil.

Waktu kita kecil ketika malam kita terbangun Dan menangis,dengan sabar mereka menidurkan kita kembali tanpa peduli dengan lelah yang mereka rasakan. Waktu kita baru bisa berjalan dengan lengkah kecil kita mereka dengan sabar menunggu kita untuk tetap berjalan dengan kita. Waktu kita mulai bisa bicara Dan bertanya sesuatu kepada mereka, dengan sabar mereka menjawab smua celoteh kita.Dan masih banyak lagi lainnya

Be continued ...