Pepatah ini memang benar adanya dan akulah salah satu opnumnya.Wah jadi melu,gpp deh buat share aja agar kalian tidak mengulanginya.
Ceritanya dimulai dengan jatah cutiku tahun ini yg belum aku ambil. Seperti biasa aku selalu menceritakan apa yg akan aku lakukan.Rencananya aku mo backpacker ke Singapore lewat batam,karena aku banyak teman Di Batam. Mendengar rencanaku Bapakku meminta untuk mengubah rencanaku ke Riau aja bersama bliau,Ibu Dan pamanku karena pamanku punya janji untuk ke sana idul adha bulan ini. Dengan banyak rintangan Dan derai air Mata(alah alay nya kumat), Kami pun berangkat tanggal 8-12 November.
Jeleknya aku adalah kurang peka terhadap lingkungan. Waktu transit Di jakarta,aq yg sudah terbiasa kleleran Di pinggir jalan kurang peka untuk membelikan makanan Dan minuman untuk ortu.Jadi selama 3 jam mereka Di ruang tunggu tanpa makan Dan minum(durhaka 1*)
Sebetulnya sebelumnya aku jga udah durhaka sih,karena terbiasa dengan teman kerjaku yang jalan serba cepat,walo aku yg bawa troli barang ato tas jinjing mereka,mereka sering ketinggalan karena jalanku memang cepat. Yah mirip iklan Di tv gitu, ortu aku tinggalin bahkan kadang aku menggerutu lambat amat sih. Padahal mungkin mereka masih asik melihat lingkungan baru karena ini adalah pengalaman pertama mereka naik pesawat.
Sebetulnya sebelum memutuskan untuk menemani mereka, aku udah dapat membayangkan bahwa Hal ini pasti terjadi karena memang ritme, cara pandang,dll antara aku Dan ortu berbeda. Namun aku berpikir kapan lagi aku bisa membahagiakan mereka Dan membalas budi mereka. Aku berpikir bahwa ini tidaklah seberapa jika dibandingkan kasih sayang mereka Di waktu kecil.
Waktu kita kecil ketika malam kita terbangun Dan menangis,dengan sabar mereka menidurkan kita kembali tanpa peduli dengan lelah yang mereka rasakan. Waktu kita baru bisa berjalan dengan lengkah kecil kita mereka dengan sabar menunggu kita untuk tetap berjalan dengan kita. Waktu kita mulai bisa bicara Dan bertanya sesuatu kepada mereka, dengan sabar mereka menjawab smua celoteh kita.Dan masih banyak lagi lainnya
Be continued ...
Ceritanya dimulai dengan jatah cutiku tahun ini yg belum aku ambil. Seperti biasa aku selalu menceritakan apa yg akan aku lakukan.Rencananya aku mo backpacker ke Singapore lewat batam,karena aku banyak teman Di Batam. Mendengar rencanaku Bapakku meminta untuk mengubah rencanaku ke Riau aja bersama bliau,Ibu Dan pamanku karena pamanku punya janji untuk ke sana idul adha bulan ini. Dengan banyak rintangan Dan derai air Mata(alah alay nya kumat), Kami pun berangkat tanggal 8-12 November.
Jeleknya aku adalah kurang peka terhadap lingkungan. Waktu transit Di jakarta,aq yg sudah terbiasa kleleran Di pinggir jalan kurang peka untuk membelikan makanan Dan minuman untuk ortu.Jadi selama 3 jam mereka Di ruang tunggu tanpa makan Dan minum(durhaka 1*)
Sebetulnya sebelumnya aku jga udah durhaka sih,karena terbiasa dengan teman kerjaku yang jalan serba cepat,walo aku yg bawa troli barang ato tas jinjing mereka,mereka sering ketinggalan karena jalanku memang cepat. Yah mirip iklan Di tv gitu, ortu aku tinggalin bahkan kadang aku menggerutu lambat amat sih. Padahal mungkin mereka masih asik melihat lingkungan baru karena ini adalah pengalaman pertama mereka naik pesawat.
Sebetulnya sebelum memutuskan untuk menemani mereka, aku udah dapat membayangkan bahwa Hal ini pasti terjadi karena memang ritme, cara pandang,dll antara aku Dan ortu berbeda. Namun aku berpikir kapan lagi aku bisa membahagiakan mereka Dan membalas budi mereka. Aku berpikir bahwa ini tidaklah seberapa jika dibandingkan kasih sayang mereka Di waktu kecil.
Waktu kita kecil ketika malam kita terbangun Dan menangis,dengan sabar mereka menidurkan kita kembali tanpa peduli dengan lelah yang mereka rasakan. Waktu kita baru bisa berjalan dengan lengkah kecil kita mereka dengan sabar menunggu kita untuk tetap berjalan dengan kita. Waktu kita mulai bisa bicara Dan bertanya sesuatu kepada mereka, dengan sabar mereka menjawab smua celoteh kita.Dan masih banyak lagi lainnya
Be continued ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar