Sabtu, 10 Desember 2011

Allah Memberikan Apa yang Kita Butuhkan Bukan Apa yang Kita Inginkan

Kapan Nikah? Ayo segera nikah!Undangannya mana? Ya pertanyaan ini selalu kudapatkan sejak akhir tahun kemarin dan paling sering adalah pertengahan Tahun ini. Kalau dibilang bosen ya bosen, kalo dibilang dah kebal ya memang dah kebal.

Sulitnya aku mendapatkan jodoh sekarang membuatku koreksi diri tentang apa yang telah kulakukan di masa lalu dan sering membuatku menghakimi diri bahwa ini adalah hukum karma.Namun lebih dari itu Allah ingin aku belajar untuk lebih berhati2 pada ucapanku sehingga tidak melukai hati orang lain.

Masih teringat jelas olehku ketika aku msh baru ketrima kerja.Aku bertanya kepada satu rekanku perempuan yg belum nikah dan saat itu berumur 27thn.Sebetulnya aku mo jodohin tapi mungkin karena aku milih kata2nya kurang pas,ia pun tersinggung. Hehehe tapi akhirnya ia pun menikah beberapa bulan berikutnya. Saat itu tidak pernah menempatkan diriku pada posisinya. Aku tak pernah tau apa yang dialaminya sehingga ia belum menikah sampai saat itu. Dan kini aku bisa lebih berhati hati untuk berucap dan berkomentar karena bagaimana pun sudut pandang akan berpengaruh pada suatu kasus. Ketika kini aku berada di sudut yg belum menikah maka aku tau alasan kenapa ia belum menikah dan aku yakin alasan itu bukanlah suatu hal yg sepele.

Saat aku mengajukan pertanyaan itu hidupku begitu simple. Aku belum mengenal yg namanya cinta. Karena itu aku menganggap menikah adalah hal yg mudah. Ketika aku berniat untuk menikah dan difasilitasi temanku untuk berta'aruf dengan kakaknya, Allah menakdirkan hal lainnya. Di datangkanlah rasa suka kepadaku kepada teman kuliahku. Sungguh waktu itu aku tidak pernah menyangka bahwa cinta pertama ku adalah ia. Ya cinta memang datang dari Allah dan kita tidak bisa menolaknya. Aku pun menyampaikan hal ini pada ibuku dan aku bercerita bahwa ia msh kuliah ambil s2 dan nyambi kerja juga. Aku tidak tau kenapa ibu ku tidak setuju.Aku pun berusaha melupakan ia.

Aku tetap berusaha mencari jodoh dengan bertaa'aruf namun bagaikan aku yang main2 aku selalu yang akhirnya mundur. Ibuku pun membaca alasan sebetulnya kenapa aku mebolaknya. Ibuku pun akhirnya mengatakan dah cari jodoh yg kamu suka. Bagai mendapat angin syurga aku pun berusaha berkomunikasi dengannya namun apa yang kuhadapi lagi dan lagi aku dicuekin ...Aku tidak kurang akal aku pun mengajak keluargaku jalan2 ke kota dimana ia tinggal. Tapi memang klo tidak jodo seperti apa usaha kita semua kan sia-sia.

Aku pun berusaha menghibur diri bahwa memang Allah tidak memberi apa yang aku inginkan melainkan apa yang kita butuhkan. Mungkin teman ku bukanlah orang yang aku butuhkan untuk mendampingi hidupku. Namun aku tetap yakin bahwa Allah akan memberi yang terbaik bagiku. Karena telah begitu banyak karunia dan anugrah yang diberikan Nya untukku. Aku tak mau menyesali semua yang telah terjadi karena penyesalan adalah jalan setan. Aku kan terus berdoa dan berusaha, karena aku yakin akan keadilan Nya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar