Selasa, 07 Desember 2010

Seharusnya Negaraku (versi idealisku)

hehehe gak jadi tidur....

Teringat kejadian kemarin waktu hujan dari jam 11 malam sampe jam 3 dini hari. Di kosku sini banjir. Dan seperti biasa kalau banjir aku biasanya naik becak untuk ke jalan raya lalu naik angkot untuk ke kantor.

Dan waktu tiba di kantor..ngekngok ternyata banyak juga yang terkena banjir. Tidak hanya di surabaya saja tapi di beberapa di Indonesia juga terkena banjir. Hm... ini nih gara-gara si GW bukan guwe lo tapi global warming. Beberapa temanku sampe-sampe tidak masuk kantor karena motornya mancet ketika ia akan berangkat ke kantor. Sebetulnya rumahnya tidak banjir tapi jalan keluar dari rumahnya menuju kantor yang terkena banjir(hehehe untung deh kemarin gak jadi ambil satu KPR dengannya gara-gara ma kakakku gak bolehin).

Saat aku lihat di tv banjir yang melanda beberapa kota tentu saja mengakibatkan kemancetan yang luar biasa. Udah banjir, basah, mancet, sapa yang gak stress coba. hehehe pasti anak-anak yang suka hujan-hujanan seperti ponakanku. Di situ aku jadi berpikir seharusnya nagara kita nih mulai dari sekarang membatasi kendaraan bermontor import baik itu mobil ataupun sepeda montor dan tentu saja sebagai solusinya pemerintah harus menambah pelayanan publik (kendaraan bermotor). Nah cara membatasinya dengan mempersulit kepemilikan kendaraan tersebut dan meninggikan pajak kendaraan bermontor dan tentu saja dibatasi setiap keluarga dibatasi hanya memiliki 2 atau 3 kendaraan saja.

hehehe pasti aku dah dimarahi nih sama orang-orang kaya pengkoleksi kendaraan. Ah biarin aja, toh aku gak kenal mereka. Tapi kemungkinan besar nih mereka akan meloby para petinggi di jakarta untuk membatalkan aturan ini. Kalau ini sampe terjadi harus dibuat peraturan kepala negara htidak boleh dipilih 2x berturut-turut harus ada jeda dan tentu saja ia juga tidak boleh dipilih sebagai wakil negara dengan alasan programnya belum selesai. hehehe liat aja sekarang conflict of interest yang ada, yang kadang membuat pemerintah kita lama mengambil keputusan atau bahkan lebih dikatakan .... gak ah takut...

Oh ya kalau dilihat dari sisi memperbasar penghasilan dari pajak lah atau menggenjot agar BUMN semakin besar labanya... aku kira solusinya adalah memperkecil pengeluaran. Tuh liat anggaran untuk wakil rakyat yang kurang bermanfaat bagi rakyat berapa M/T. Jangan hanya pajak aja (uang dari rakyat yang diperas) digedein abis tu diambil oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Tapi kembalikan dunk pada yang betul-betul membutuhkan jangan buat study banding terus ke LN(hehehe katanya ideologi kita itu sudah yang terbaik karena tidak memihak ke barat atau timur tapi ambil tengah-tengah yang baik kok masih Study banding lagi?).

Satu lagi yang gak boleh ketinggalan, mental bangsa kita kan kurang baik sehingga mudah diprovokasi. Itu karena pengetahuannya kurang jadi pandangan dan wawasannya pun sempit. Nah kenapa bisa seperti itu?? Sekolah mahal sih... Abis itu para pengajarnya...maaf ya sekarang para pengajar sendiri kurang mengajarkan nilai moral kepada penerus bangsa, mereka juga sibuk untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Profesi pengajar jarang merupakan cita-cita mulia mereka sejak kecil untuk mencerdaskan orang lain dan membuat bercahayanya bangsa kita tapi kebanyakan karena tidak ada profesi lain alias pilihan terakhir karena tidak diterima dimana-mana. hehehe seharunya lagi pengajar tu dijadikan profesi idaman. gaji tinggi, banyak fasilitas dan tentu saja sulit untuk didapatkan karena pengajar seharusnya adalah para pencari ilmu yang selalu haus dengan ilmu dengan prestasi gemilang saat ia juga menjadi pelajar.

Dah itu aja.. ngelanturnya, takut ditangkap ma hansip nih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar