Sabtu, 09 Juni 2012

Membuat Aplikasi Tak Semudah Menjahit Baju

Aplikasi sekarang ini sangat begitu banyak beredar. mulai dari sistem operasi suatu komputer/laptop/gadget , game, aplikasi perkantoran, anti virus, bahkan sampai aplikasi taylor made yang disesuaikan dengan kebutuhan user itu sendiri. Maraknya perkembangan aplikasi ini juga diikuti dengan persaingan para pengembang aplikasi .

Di kantor saya sendiri aplikasi ada sekitar 87 jenis. Dengan 15 orang yg memelihara apliksi tersebut. Ya jumlah tersebut memang tidak sebanding. Namun karena aplikasi tersebut telah running maka bisa ditolelir bahwa jumlah orang tersebut adalah cukup.

Standar cukup disini adalah apabila semua berjalan dengan lancar. Namun pada kenyataannya banyak sekali modifikasi yg kami lakukan sehingga resource kami pun tidak cukup untuk memelihara aplikasi tersebut. Hal ini diperburuk dengan keinginan user yang selalu ingin diprioritaskan. Tidak jarang meraka pun sudi duduk di dekat kami seharian demi menunggu permintaan mereka segera diselesaikan. Hump.... Tidak jarang pula kami mendapat sindiran bahwa hal tersebut adalah gampang. Seperti mereka melakukannya dengan manual.

Dari sisi kami sendiri hal tersebut adalah wajar. Mereka belum memahami tentang develop aplikasi apalagi mengetahui struktur dari aplikasi tersebut. Ketika kami menerima permintaan modifikasi, kami melakukan penambahan di sana sini guna memenuhi permintaan tersebut. Padahal aplikasi ini belum tentu pertama kali kami lah yang membuat nya. Alhasil jika ada permintaan yang lain lagi kami sering merasa kesulitan untuk mengutak atik nya lagi.

Tidak hanya itu, terus terang kami sangat miskin akan dokumentasi sehingga terkadang kami lupa dengan logika yang ada dan harus tracing aplikasi dari awal kembali.

Membuat aplikasi bagi saya sendiri adalah seni. Semua tergantung bagaimana cara programer meramu dan meraciknya agar sesuai dengan keinginan user. Alhasil tidak ditemukan standarisasi cara develop dll. Kemajuan teknologi saat ini membawa kita akan manfaat dari framework, sehingga program tidak akan melenceng jauh dari inti framework tersebut. Namun lagi2 di framework pun programer masih tetap bisa melukis program sesuai keinginan hatinya.

To be continue....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar