Dua bulan kemarin merupakan bulan perjuanganku untuk mendapat beasiswa. Di samping kesibukan menyelesaikan tugas kantor aku juga harus belajar bahasa Inggris.
Kemarin ada 2 beasiswa yang aku apply, yaitu satu di Turki dan yang satu dari kantor. Yang dari Turki sebetulnya hanya hasil keisengan untuk mendapat beasiswa diluar negeri tanpa syarat bahasa Inggris.Dan alhamdulillah tanggal 10 Juni aku mendapat panggilan wawancara di kedubes Turki. Hari itu aku ijin ke atasanku secara lisan sehingga secara kondite aq mangkir. Aq melaju dari Surabaya ke Jakarta dan segera menghubungi teman yg di jakarta untuk bertanya angkutan yang lewat jln rasuna said. Sesuai saran temanku dari bandara cengkareng aku naik bis damri yang ke pasar senin dan turun di semanggi kemudian naik taxi. Entah aku dibohongi atau tdk sang sopir bilang tdk tahu kedutaan Turki.Alhasil aku harus turun bertanya tentang kedutaan Turki. Dalam perjalanan si sopir bertanya tentang tujuanku ke kedutaan Turki. Setelah aku menjawab beliau berkata bahwa aku pasti pintar bahasa Inggris karena bisa lolos wawancara. Saat itu aku blank tdk nyambung dgn yg dikatakan oleh si sopir.tiba di kedubes aq ditelpon olh tmn kntor krn ada komplain. Lgs konsentrasi ku buyar. Saat masuk ruang tunggu wawancara,iseng aq tanya peserta lainnya kenapa memilih Turki. Dan ternyata tdk ada satupun yg alasan sama dgnku krn bhs Inggrisnya pas2an. Aq pun semakin down ketika dipanggil ke dalam untuk wawancara. Disana ada 2 bule dan 1 orang indonesia. Kalimat bahasa Inggris pun semakin kacau. Atas saran si bule aq menggunakan mother language ku. Dan si orang lokal yg menerjemahkan bhs tersebut. Selesai wawancara aku mendapat sms dari citilink bahwa pesawatku delay. Aku pun tambah lemas,aku berkenalan dengan peserta lainnya dan bertanya setelah ini mereka kemana. Alhamdulillah ada satu yg akan jalan3 ke Grand Ambasador. Aku pun ikut dia, setelah makan siang kami berpisah dan aku ke bandara. Ternyata di bandara ada banyak orang yg menunggu citilink krn pesawat tsb delay. Ya perjalanan panjang yang tak akan aku lupakan. Pengalaman pertama aku diwawancara bule dan tentu saja masuk kedubes Turki. Menurut pengumuman hasil kelulusan akan diumumkan antara 30-40 hari namun sampai labaran kemarin kami belum mendapat pengumuman. Tanggal 1 kemarin aku mendapat sms dari temanku yg mau jalan2 dgnku saat di jakarta ia mendapat email bahwa ia lolos beasiswa. Alhamdulillah aku tdk mendapat beasiswa, insyaalloh aku akan mencoba tahun depan.
Oh ya kecuali beasiswa Turki aku apply beasiswa dari kantorku. Syarat nya toefl min 450, setelah itu kami di tes IELTS dan minimal 5. Hm... Bln Juli adalah bulan penuh dengan pekerjaan. Aku terlalu capek dan malas untuk belajar bahasa Inggris ditambah lagi bln tsb adalah bln Ramadhan. IELTS ku telah keluar rata-rata nilai ku 5.0, namun listening ku 4.0. Ya Allah Engkau lah yang tahu apa yang terbaik untukku
Semoga hamba bisa lebih baik lagi tahun depan. Untuk mendapat beasiswa. Amiin
Kemarin ada 2 beasiswa yang aku apply, yaitu satu di Turki dan yang satu dari kantor. Yang dari Turki sebetulnya hanya hasil keisengan untuk mendapat beasiswa diluar negeri tanpa syarat bahasa Inggris.Dan alhamdulillah tanggal 10 Juni aku mendapat panggilan wawancara di kedubes Turki. Hari itu aku ijin ke atasanku secara lisan sehingga secara kondite aq mangkir. Aq melaju dari Surabaya ke Jakarta dan segera menghubungi teman yg di jakarta untuk bertanya angkutan yang lewat jln rasuna said. Sesuai saran temanku dari bandara cengkareng aku naik bis damri yang ke pasar senin dan turun di semanggi kemudian naik taxi. Entah aku dibohongi atau tdk sang sopir bilang tdk tahu kedutaan Turki.Alhasil aku harus turun bertanya tentang kedutaan Turki. Dalam perjalanan si sopir bertanya tentang tujuanku ke kedutaan Turki. Setelah aku menjawab beliau berkata bahwa aku pasti pintar bahasa Inggris karena bisa lolos wawancara. Saat itu aku blank tdk nyambung dgn yg dikatakan oleh si sopir.tiba di kedubes aq ditelpon olh tmn kntor krn ada komplain. Lgs konsentrasi ku buyar. Saat masuk ruang tunggu wawancara,iseng aq tanya peserta lainnya kenapa memilih Turki. Dan ternyata tdk ada satupun yg alasan sama dgnku krn bhs Inggrisnya pas2an. Aq pun semakin down ketika dipanggil ke dalam untuk wawancara. Disana ada 2 bule dan 1 orang indonesia. Kalimat bahasa Inggris pun semakin kacau. Atas saran si bule aq menggunakan mother language ku. Dan si orang lokal yg menerjemahkan bhs tersebut. Selesai wawancara aku mendapat sms dari citilink bahwa pesawatku delay. Aku pun tambah lemas,aku berkenalan dengan peserta lainnya dan bertanya setelah ini mereka kemana. Alhamdulillah ada satu yg akan jalan3 ke Grand Ambasador. Aku pun ikut dia, setelah makan siang kami berpisah dan aku ke bandara. Ternyata di bandara ada banyak orang yg menunggu citilink krn pesawat tsb delay. Ya perjalanan panjang yang tak akan aku lupakan. Pengalaman pertama aku diwawancara bule dan tentu saja masuk kedubes Turki. Menurut pengumuman hasil kelulusan akan diumumkan antara 30-40 hari namun sampai labaran kemarin kami belum mendapat pengumuman. Tanggal 1 kemarin aku mendapat sms dari temanku yg mau jalan2 dgnku saat di jakarta ia mendapat email bahwa ia lolos beasiswa. Alhamdulillah aku tdk mendapat beasiswa, insyaalloh aku akan mencoba tahun depan.
Oh ya kecuali beasiswa Turki aku apply beasiswa dari kantorku. Syarat nya toefl min 450, setelah itu kami di tes IELTS dan minimal 5. Hm... Bln Juli adalah bulan penuh dengan pekerjaan. Aku terlalu capek dan malas untuk belajar bahasa Inggris ditambah lagi bln tsb adalah bln Ramadhan. IELTS ku telah keluar rata-rata nilai ku 5.0, namun listening ku 4.0. Ya Allah Engkau lah yang tahu apa yang terbaik untukku
Semoga hamba bisa lebih baik lagi tahun depan. Untuk mendapat beasiswa. Amiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar